KALENDER JAWA

18 Jan 2011

kalender-jawa-187x300

Pergantian tahun Hijriah dan tahun Jawa hampir selalu bersamaan . Hal ini terjadi karena sejak 370 tahun lalu kalender Jawa mengadopsi sistem penanggalan Hijriah yang berdasarkan pergerakan Bulan mengelilingi Bumi .

Awalnya , hingga 1633 M masyarakat Jawa menggunakan sistem penanggalan berdasarkan pergerakan Matahari. Penanggalan Matahari dikenal sebagai Saka Hindu Jawa, meskipun konsep tahun Saka sendiri bermula dari sebuah kerajaan di India .
Tahun Saka Hindu 1555, bertepatan dengan tahun 1933 M, Raja Mataram Sri Sultan Agung Prabu Hanyokrokusumo mengganti konsep dasar sistem penanggalan Matahari menjadi sistem Bulan. Perubahan sistem penanggalan dapat dibaca dalam buku Primbon Adji aka Manak Pawukon 1000 Taun yang ditulis dalam bahasa Jawa.

Dari naskah tersebut diketahui bahwa Sri Sultan Agung Prabu Hanyokrokusumo mengubah sistem penanggalan yang digunakan, dari sistem Syamsiyah (Matahari) menjadi Komariyah (Bulan). Perubahan penanggalan berlaku untuk seluruh Pulau Jawa dan Madura kecuali Banten, karena tidak termasuk daerah Mataram.

Perubahan sistem penanggalan dilakukan hari Jumat Legi, saat pergantian tahun baru Saka 1555 yang ketika itu bertepatan dengan tahun baru Hijriah tanggal 1 Muharam 1043 H dan 8 Juli 1633 M. Pergantian sistem penanggalan tidak mengganti hitungan tahun Saka 1555 yang sedang berjalan menjadi tahun 1, melainkan meneruskannya. Hitungan tahun tersebut berlangsung hingga saat ini.

Urutan Nama Bulan Jumlah Hari
1. Suro 30 hari
2. Sapar 29 hari
3. Mulud 30 hari
4. Rabiulakir 29 hari
5. Jumadilawal 30 hari
6. Jumadilakir 29 hari
7. Rajab 30 hari
8. Ruwah 29 hari
9. Puasa 30 hari
10. Sawal 29 hari
11. Hapir 30 hari
12. Besar 29 hari

Selain pembagian waktu dalam hitungan bulan, kalender Jawa mengenal empat macam pembagian waktu dengan patokan perhitungan yang lain, yakni : WINDU, WUKU, PRANOTO MONGSO ATAU MANGSA, dan HARI PASAR.

Rincian pembagian waktunya ialah :
Windu yang terdiri dari 8 (delapan) tahun,
Wuku yang terdiri dari 30 (tigapuluh) pilihan,
Pranoto Mongso atau Mangsa yang terdiri dari 12 (dua belas) pilihan, serta
Hari Pasar yang terdiri dari 5 (lima) pilihan

Setiap tahun dalam Windu mempunyai nama, yakni : Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir. Urutan dari tahun dalam satu Windu tertera pada tabel berikut.

Urutan Tahun Nama
Pertama Alip
Kedua Ehe
Ketiga Jimawal
Keempat Je
Kelima Dal
Keenam Be
Ketujuh Wawu
Kedelapan Jimakir

Demikian pula dengan ketiga puluh pilihan dalam Wuku mempunyai nama. Nama beserta dengan urutannya adalah :
1. Sinto
2. Landep
3. Wukir
4. Kurantil
5.Tolu
6. Gumbreg
7. Warigalit
8. Wariagung
9. Julungwangi
10. Sungsang
11. Galungan
12. Kuningan
13. Langkir
14. Mondosio
15. Julungpujut
16. Pahang
17. Kuruwelut
18. Marakeh
19. Tamber
20. Madangkungan
21. Maktal
22. Wuje
23. Manahil
24. Prangbakat
25. Bolo
26. Wungu
27. Wayang
28. Kulawu
29. Dukut
30. Watugunung

Kedua belas pilihan dalam Pranoto Mongso atau Mangsa juga mempunyai nama. Urutan nama dari dua belas pilihan dalam Pranoto Mongso atau Mangsa adalah sebagai berikut :

Urutan Nama Mangsa
1 Kaso
2 Karo
3 Katelu
4 Kapat
5 Kalima
6 Kanem
7 Kapitu
8 Kawolu
9 Kasanga
10 Kasadasa
11 Desta
12 Saddha

Pranoto Mongso yang merupakan pembagian waktu yang lebih sempit di dalam suatu tahun sebenarnya mirip dengan zodiac yang berasal dari astrologi atau kebudayaan Barat, seperti : Aries, Leo dan Gemini.

Jadi setiap Pranoto Mongso atau Mangsa mempunyai masa berlaku, yang dinyatakan dalam batas awal dan batas akhirnya. Tabel yang terlampir di bawah ini memperlihatkan batasan awal dan batasan akhir beserta jumlah hari dalam setiap Pranoto Mongso atau Mangsa.

Nama Mangsa Jumlah Batas Awal Batas Akhir
KASO 41 23 Juni 2 Agustus
KARO 23 3 Agustus 25 Agustus
KATELU 24 26 Agustus 18 September
KAPAT 25 19 September 13 Oktober
KALIMA 27 14 Oktober 9 Nopember
KANEM 43 10 Nopember 22 Desember
KAPITU 43 23 Desember 3 Februari
KAWOLU 26 / 27 4 Februari 1 Maret
KASANGA 25 2 Maret 26 Maret
KASADASA 24 27 Maret 19 April
DESTA 23 20 April 12 Mei
SADDHA 41 13 Mei 22 Juni

Sedangkan kelima hari pasar dalam kalender Jawa adalah : Pahing, Pon, Wage, Kliwon, dan Legi.


TAGS


-

Author

Follow Me